Selamat Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1430 H......Mohon Maaf Lahir dan Batin

Selamat Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1430  H......Mohon Maaf Lahir dan Batin

Suku Lom Suku Tertua di Bangka Belitung

Sekilas, perkampungan di Air Abik hampir tidak jauh berbeda dengan perkampungan suku Melayu atau masyarakat China peranakan di daerah Belinyu. Meski kondisi beberapa rumah proyek masih tetap utuh sebagaimana pertama kali dibangun 28 tahun lalu, tetapi beberapa rumah telah dipugar menjadi rumah tembok permanen yang mentereng.ADA banyak misteri yang menyelubungi suku Lom di Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka. Asal-usul suku Lom merupakan misteri tersendiri yang sering dijadikan bahan spekulasi oleh sebagian masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Spekulasi semakin berkembang karena suku Lom sendiri tidak memiliki catatan tertulis tentang akar sejarahnya.
Asal-usul mereka hanya disandarkan pada cerita tetua adat yang dituturkan secara lisan dari generasi ke generasi. Cerita lisan itu semakin lama semakin menyusut seiring meninggalnya tokoh-tokoh tua dan minimnya tokoh muda yang tertarik untuk menyerap cerita itu secara lengkap. "Saya tidak banyak tahu sehingga sulit menjelaskan dari mana asal- usul nenek moyang kami. Kami percaya, dahulu ada Kek Anta yang sangat sakti. Konon kami ini termasuk keturunannya," ujar Sairin, salah seorang tetua suku Lom, pertengahan Mei lalu.
Seorang peneliti dari Norwegia yang pernah tinggal selama beberapa tahun di tengah suku Lom, Olaf H Smedal, menulis buku yang menarik, Orang Lom: Preliminary Findings on a Non-Muslim Malay Group in Indonesia (1988). Menurut Smedal, terdapat catatan anonim berangka tahun 1862 yang menceritakan dua legenda asal-usul Suku Lom. Kedua legenda itu masih hidup di tengah suku Lom hingga sekarang.
Salah satu legenda menceritakan, sekitar abad ke-14 Masehi, sebuah kapal yang ditumpangi sekelompok orang dari daerah Vietnam terdampar dan rusak di pantai Tanjung Tuing, Kecamatan Belinyu. Semua penumpang tewas, kecuali dua lelaki dan satu perempuan.
Ketiga orang asing itu membuat perkampungan tersendiri di daerah Gunung Pelawan, Belinyu. Legenda lain mengisahkan, suku Lom merupakan keturunan pasangan lelaki dan perempuan yang muncul secara misterius dari Bukit Semidang di Belinyu setelah banjir besar surut.
Ketua Lembaga Adat Provinsi Bangka Belitung Suhaimi Sulaiman memperkirakan, suku Lom merupakan keturunan dari bangsawan Majapahit di Mojokerto, Jawa Timur, yang lari karena tidak mau memeluk Islam, sekitar abad ke-16 Masehi. Kaum pelarian itu menyeberangi laut untuk mencari penghidupan baru dan terdampar di Tanjung Tuing.
Mereka masuk ke pedalaman di daerah Gunung Muda dan membuat perkampungan di tengah hutan yang tersembunyi. Karakter sebagai pelarian membuat suku itu hidup dengan menutup diri dari dunia luar. "Suku itu sering juga disebut sebagai suku Mapur karena tinggal di dekat daerah Mapur," tutur Suhaimi.
Lepas dari semua perkiraan itu, sebagian besar masyarakat Kepulauan Bangka Belitung yakin, suku Lom merupakan suku tertua di daerah tersebut. Budayawan muda yang tinggal di PangkalPinang, Willy Siswanto, memperhitungkan, suku Lom berasal dari komunitas Vietnam yang mendarat dan menetap di daerah Gunung Muda, Belinyu, sekitar abad ke-5 Masehi. Jadi, suku itu telah ada jauh sebelum Kerajaan Sriwijaya yang berkembang abad ke-7 Masehi dan kuli kontrak timah dari China berdatangan sekitar abad ke-18 Masehi.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Info sekitar Kota

Sekilas Berita

HIV / AIDS

HIV dapat dicegah dengan memutus rantai penularan, yaitu ; menggunakan kondom pada setiap hubungan seks berisiko,tidak menggunakan jarum suntik secara bersam-sama, dan sedapat mungkin tidak memberi ASI pada anak bila ibu positif HIV. Sampai saat ini belum ada obat yang dapat mengobati AIDS, tetapi yang ada adalah obat untuk menekan perkembangan virus HIV sehingga kualitas hidup ODHA tersebut meningkat. Obat ini harus diminum sepanjang hidup.

Tukar Link


ShoutMix chat widget
 
PULAU